Lombok Tengah NTB
Senen 09/02/2026
Investigasi NTB_Bupati Lombok Tengah, Pathul Bahri, memberikan klarifikasi terkait viralnya video yang menuai polemik di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun atau memperkeruh suasana.
Sebagai kepala daerah, tujuannya adalah meredam polemik dan menjelaskan informasi yang benar kepada masyarakat.
Bupati Lombok Tengah memaparkan bahwa program dapur yang ada di NTB telah memberikan dampak positif yang signifikan. Lebih dari 2.200 dapur lebih telah melayani sekitar 60 juta layanan dan menampung lebih dari 1 juta tenaga kerja lebih,khususnya untuk anak-anak dan ibu hamil.
Ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi juga membantu penyerapan tenaga kerja.
Bupati Lombok Tengah menekankan bahwa meskipun makanan yang disajikan bergizi, kita tetap harus waspada dan mengikuti aturan hidup sehat untuk mencegah keracunan makanan.
Kejadian keracunan tidak boleh dianggap remeh,jadi barometer supaya apa yang terjadi jangan terulang lagi,tapi kita harus tetap bijak dan tidak menyalahkan secara serta-merta.
Bupati Lombok Tengah ingin memperjelas bahwa pernyataannya bukan untuk menganggap remeh kejadian keracunan makanan, tapi untuk memberikan konteks dan menjelaskan tujuan kebijakan yang dijalankan Pemerintah agar masyarakat lebih memahami.
Bupati Lombok Tengah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengunggah dan menyebarkan konten di media sosial, terutama video yang bisa menimbulkan kesalahpahaman, terlebih bertepatan dengan Hari Pers Nasional.
Bupati Lombok Tengah mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam membuat dan meng-upload video di media sosial agar tidak menimbulkan polemik dan memperkeruh suasana, terutama di Hari Pers Nasional ini.
Bupati Lombok Tengah mengungkapkan bahwa video yang beredar tidak utuh dan sengaja di-framing.
Ia menekankan pentingnya bijak dalam memahami informasi dan tidak langsung percaya tanpa tahu konteks lengkapnya. “Allah’hu allam tujuannya apa,” ucapnya.
Bupati Lombok Tengah menganggap bahwa video yang beredar disajikan dengan framing yang tidak utuh untuk mempengaruhi opini masyarakat Tutupnya.
Red/Investigasi NTB
”Viral Video, Bupati Lombok Tengah,’Bijaklah, Itu Framing'”











